Kepala Bidang Bimbingan Masyarakat Kristen Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur, Yakobis Oktavianus, secara resmi membuka Workshop Penurunan Stunting bagi Penyuluh Agama Kristen melalui Bimbingan Perkawinan Calon Pengantin Tahun 2025, Kamis (31/7/2025).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) ini berlangsung di Aula 1 Kanwil Kemenag NTT, Jalan Frans Seda, Kota Kupang. Hadir mendampingi dalam kegiatan tersebut, para Ketua Tim Kerja Bimbingan Masyarakat Kristen (Bimkris) Kanwil Kemenag Prov. NTT.
Dalam sambutannya, Yakobis Oktavianus menegaskan pentingnya peran penyuluh agama dalam upaya pencegahan stunting melalui pendekatan keagamaan dan edukatif.
“Penyuluh Agama harus mampu menjalankan perannya dalam memberikan edukasi dan informasi kepada masyarakat tentang stunting,” katanya.
Selanjutnya, Kabid Bimkris mengajak Penyuluh Agama Kristen untuk berperan aktif dalam pencegahan stunting melalui berbagai cara, seperti memberikan pemahaman tentang pentingnya gizi seimbang, kesehatan reproduksi, dan pencegahan pernikahan dini.
“Stunting adalah masalah serius di tingkat nasional, oleh karena itu partisipasi semua pihak sangat dibutuhkan untuk mengatasi masalah penurunan angka stunting,” tuturnya.
Dengan pendekatan yang holistik dan melibatkan berbagai pihak, termasuk penyuluh agama Kristen, diharapkan angka stunting dapat ditekan dan generasi masa depan Indonesia dapat tumbuh sehat dan berkualitas.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh dr. Yuli Sudin dan Beyemin Benu sebagai narasumber, serta diikuti oleh 54 peserta, yang terdiri dari Penyuluh Agama Kristen lingkup Kanwil, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, dan dari kabupaten/kota lainnya yang mengikuti secara virtual melalui Zoom Meeting.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, dilakukan juga pembahasan terkait Keputusan Dirjen Bimas Kristen Nomor 437 Tahun 2024 tentang Petunjuk Teknis Jabatan Fungsional Penyuluh Agama Kristen. **










