Selasa, 6 Apr 2021 | 11:48
oleh

Warga NTT Terpaksa Membayar Rp5 Ribu Per Jam Mengecas HP

Aditya, seorang mahasiswa, di Kupang, Senin (5/4) malam, mengaku membayar Rp5 ribu untuk bisa mengecas telepon selulernya.

“Ini agar bisa tetap berkomunikasi dengan orang tua,” katanya.

Meski telepon selulernya sudah menyala, belum tentu mereka bisa langsung berkomunikasi. Warga harus mencari lokasi yang masih bisa dijangkau sinyal telekomunikasinya.

BACA JUGA:  Update Data Covid-19 NTT 15 Maret, Sebanyak 121 Positif, 185 Sembuh, 3 Meninggal di Kupang

“Di dalam Kota Kupang, sinyal bisa tapi harus mencari lokasi yang tepat,” katanya.

Layanan listrik sampai berita ini diturunkan belum menyala karena banyak kabel yang tertimpa pohon tumbang sehingga satu-satunya harapan dari warga untuk mendapatkan setrum melalui genset.

Sementara itu, pohon tumbang hingga kini masih menutupi sejumlah ruas jalan di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, setelah peristiwa cuaca ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

BACA JUGA:  Masuk 5 Besar INDEKS KOTA TOLERAN 2020, Ini Kata Walikota Kupang

Kepala Perum LKBN ANTARA Biro Nusa Tenggara Timur Bernadus Tokan, Selasa, melaporkan ruas jalan yang masih tertutup pohon yang tumbang, antara lain Jalan Soeharto, Piet A. Tallo, El Tari, Timor Raya, dan Jalan 40 di kawasan Universitas Nusa Cendana (Undana).

Khususnya di Jalan 40 di kawasan Undana itu, sama sekali tidak bisa dilalui kendaraan. Pohon-pohon tumbang masih melintang di ruas jalan tersebut.

BACA JUGA:  Kunjungan Kerja Kepala Divisi Keimigrasian Kanwil Kemenkumham NTT ke Kanim Kupang

Petugas Pemerintah Kota Kupang saat ini masih terkonsentrasi memindahkan atau memotong serta menyingkirkan pohon yang tumbang di Jalan Piet A. Tallo dan El Tari.

Sejumlah warga berinisiatif mengatasi pohon tumbang di Jalan Soeharto dengan menggunakan peralatan seadanya.(*/cr9)

Sumber : Kupang.antaranews.com

Komentar

News Feed