oleh

Kejaksaan Agung Bantu Korban Bencana NTT

Jakarta – Kejaksaan Agung mengirimkan uang tunai senilai Rp100 juta untuk membantu meringankan beban masyarakat Nusa Tenggera Timur (NTT) yang terdampak bencana alam akibat badai Seroja yang menimbulkan banjir bandang dan longsor.

“Bantuan kemanusiaan itu berupa uang tunai sebesar Rp100 juta,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Leonard Simanjuntak, dalam keterangan tertulisnya, di Jakarta, Rabu.

Ia menyebutkan, bantuan uang tunai senilai Rp100 juta tersebut disalurkan melalui kepala Kejaksaan Tinggi NTT guna disampaikan kepada keluarga besar Adhyaksa dan masyarakat di Provinsi NTT yang menjadi korban terdampak bencana.

BACA JUGA:  PLN Targetkan Aliri Listrik 158 Desa, Elektrifikasi 100 Persen 2021 di NTT

Ia mengatakan, Jaksa Agung, Burhanuddin, beserta jajaran menyampaikan bantuan kemanusiaan program ‘Kejaksaan RI Peduli’ untuk musibah bencana alam yang terjadi di 11 kabupaten/kota di Provinsi NTT.

“Ini merupakan bentuk kepedulian sosial serta wujud rasa solidaritas guna membantu meringankan beban saudara-saudara yang terkena musibah,” kata Simanjuntak.

Hingga Selasa (6/4) kemarin, Badan Nasional Penanggulangan Bencana mencatat jumlah korban bencana banjir bandang dan longsor di NTT dan Bima, Nusa Tenggara Barat mencapai 119 orang, terdiri atas 117 orang meninggal dunia dan 76 orang hilang.

BACA JUGA:  Dinkes Sebut Pasien COVID sembuh di NTT bertambah 26 orang

Sedangkan di Bima, NTB dua orang meninggal dunia, sehingga total korban meninggal dunia di dua provinsi di selatan Indonesia ini sebanyak 119 orang.

Sebanyak 938 kepala keluarga atau 2.655 jiwa terdampak. Bencana ini dipicu cuaca ekstrem yang menyebabkan hujan dengan intensitas tinggi sehingga terjadi banjir bandang pada Minggu (4/4), pukul 19.00 waktu setempat.

BACA JUGA:  Calon Kepala Daerah Terima Putusan MK

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika sejak Jumat (2/4) lalu telah mendeteksi adanya bibit siklon tropis di wilayah NTT. Bibit siklon itu berkembang menjadi siklon tropis yang dinamakan Seroja pada Senin (5/4) dinihari pukul 01.00 WIB. (*/cr9)

Sumber : Kupang.antaranews.com

Komentar

News Feed