oleh

Pokjaluh Penyuluh Agama Kristen Sosialisasikan Bahaya Bullying bagi Anak

NTT.SIBERINDO.CO – Kelompok Kerja Penyuluh (Pokjaluh) Agama Kristen Kabupaten Belu menggelar sosialisasi tentang bahaya bullying bagi anak-anak di wilayah Pasar Baru, Kelurahan Beirafu, Kecamatan Atambua Barat, pada Jumat (07/08/2026). Kegiatan ini diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan bebas dari perundungan. Melalui sesi materi, diskusi, dan tanya jawab, kegiatan ini memberikan dampak nyata bagi anak-anak, pemuda, dan remaja dalam memahami cara mengenali, mencegah, serta menangani bullying, sehingga mereka dapat tumbuh dengan rasa aman, percaya diri, dan terlindungi dari dampak buruk terhadap perkembangan mental, emosional, maupun sosial.

Baca Juga  Gerindra Usung Duet Nasir-Wardan Maju Pilgub Riau

Dalam sosialisasi tersebut, penyuluh agama Kristen selaku narasumber, Adriana Kabu, S.Pd., memaparkan bahwa perundungan tidak hanya berupa kekerasan fisik, tetapi juga meliputi ejekan, hinaan, intimidasi, pengucilan, hingga tindakan di media sosial. Ia menegaskan pentingnya peran bersama dalam melindungi hak-hak anak di lingkungan masyarakat. “Setiap anak berhak tumbuh dalam lingkungan yang aman, dihargai, dan dikasihi. Karena itu, kita semua memiliki tanggung jawab untuk mencegah dan menghentikan segala bentuk bullying,” tegas Adriana di hadapan para peserta.

Kegiatan ini mendapat antusiasme tinggi dari para peserta yang terdiri atas Penyuluh Agama Kristen, Ketua RT setempat, anak-anak, pemuda, remaja, serta para ibu dan bapak di wilayah Pasar Baru. Melalui edukasi ini, Pokjaluh Agama Kristen Kabupaten Belu berharap masyarakat semakin memahami pentingnya menanamkan nilai kasih, saling menghargai, dan menghormati sesama sejak usia dini. Langkah ini menjadi wujud nyata kepedulian bersama dalam menciptakan lingkungan yang harmonis, aman, serta kondusif bagi tumbuh kembang anak di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat.

Baca Juga  OJK Provinsi NTT mencatat pertumbuhan kredit mencapai Rp20,8 triliun

Selain memberikan pemahaman kepada anak-anak dan remaja, kegiatan tersebut juga mendorong para orang tua dan tokoh masyarakat untuk lebih peka terhadap tanda-tanda perundungan di lingkungan sekitar. Komunikasi yang terbuka antara anak, keluarga, dan masyarakat dinilai penting agar setiap persoalan dapat ditangani secara tepat serta anak merasa memiliki tempat yang aman untuk menyampaikan pengalaman dan kekhawatirannya.

Baca Juga  Fokus Bangun Dapil, SMSI Aceh Beri Award Kepada Zulfadli, A.Md

Pokjaluh Agama Kristen Kabupaten Belu berharap sosialisasi ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat kepedulian bersama dalam mencegah perundungan. Dengan membangun budaya saling menghargai, mengedepankan kasih, dan menolak segala bentuk kekerasan, lingkungan Pasar Baru diharapkan semakin ramah bagi anak serta mendukung tumbuh kembang generasi muda secara positif.

News Feed