oleh

Bimas Katolik Gelar Kegiatan Dialog Kerukunan Intern dan moderasi Umat Katolik

SIBERINDO.CO — Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Katolik, Kantor Kementerin Agama Kabupaten Alor mengelar kegiatan Dialog Kerukunan Intern dan moderasi Umat Katolik, Sabtu (29/4/2023). Kegiatan yang berlangsung di aula SMA Katolik St. Yoseph Kalabahi tersebut menghadirkan dua puluh orang tokoh Katolik dari empat paroki dan satu Co Paroki yang berada di wilayah Kabupaten Alor. Empat paroki tersebut adalah Paroki Yesus Gembala Baik Kalabahi, Paroki St. Yakobus Rasul Bukapiting, Paroki St. Maria dari Fatima Kalongbuku-Moru, dan Paroki St. Yohanes Rasul Helangdohi-Pantar. Sedangkan Co paroki yakni St. Maria Nunda Allah Zaitun Mainang desa Tomonuku.

Didampingi Kepala Seksi Bimas Katolik, Vendanda Poto, S.Ag., Pelaksana Harian (Plh) Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Alor, Sostenis Namang Djabar, S.Th berkesempatan hadir dan membuka kegiatan tersebut. Hadir juga Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Ruslin, S.Pd., M.Pd dan Plh. Penyelenggara Haji dan Umrah, Nurjana Taher.

Dalam sambutan, Plh. Kakankemenag menjelaskan bahwa dialog kerukunan intern dan moderasi beragama umat Katolik bertujuan memberi dan menambah wawasan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan yang benar dari para peserta akan nilai-nilai moderasi beragama dan kerukunan intern umat katolik.

“Dengan menghadirkan pemateri yang kompeten diharapkan tujuan kegiatan ini yaitu memberi dan menambah wawasan, pemahaman, penghayatan dan pengamalan tentang kerukunan dan moderasi beragama untuk tokoh agama Katolik bisa tercapai,” jelas Sostenis.

Sostenis menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan ruang untuk menggabungkan kekuatan di antara elemen-elemen masyarakat Katolik.

Baca Juga  Kapolda NTT Memerintahkan Kepada Personilnya Untuk Meningkatkan Pengamanan

“Kegiatan ini sebagai upaya berbagi pengetahuan dan komunikasi antar elemen umat Katolik. Hari ini menjadi momen berharga bagi kita untuk duduk bersama, melihat sasaran yang tepat agar terbentuk nilai kerukunan dan moderasi secara ideal. Kita hadir sebagai tokoh agama, pemuda dan tokoh perempuan dengan maksud melihat kembali layanan yang kita berikan guna menyatukan tujuan bersama yaitu Alor yang haromonis, rukun dan moderat,” tambah Sostenis.

Lebih lanjut, Sostenis mengatakan bahwa moderasi beragama merupakan program unggulan Kementerian Agama untuk meningkatakan kesadaran bermoderasi dan kehidupan yang rukun di kalangan masyarakat. Sesungguhnya, lanjut sostenis, yang dimoderasi bukan agamanya melainkan cara pandang keberagamaan kita.

“Hakekat moderasi adalah memberi ruang untuk kita beragama. Katolik tumbuh subur dengan kekatolikannya tanpa ada yang menghalangi dan pada saat yang sama ruang hati kita tetap terbuka untuk adanya tempat bagi mereka yang buka katolik,” tutur Plh Kakankemenag.

Baca Juga  BEI NTT Dorong Pengusaha Lokal Akses Dana

Plh Kakankemenag berharap agar hasil pelaksanaan kegiatan ini, ada output yang mesti diterapkan dalam lingkungan masyarakat intern Katolik maupun dalam kehidupan bersama umat beragama lain.

“Semoga apa yang disampaikan pemateri menjadi bekal untuk terus mengagas kebersamaan dan toleransi di Alor,  bumi persaudaraan, tanah terjanji, surga di timur matahari. Saya berharap hasil dari kegiatan ini,  ada output yang mesti diterapkan dalam lingkungan inter maupun antar umat beragama di Kabupaten Alor,” tutur Sostenis.(RLS)

News Feed