oleh

Tanam Pohon Matoa Bersama Uskup Larantuka, Kemenag Lembata Tegaskan Tanggung Jawab Moral pada Alam

NTT.SIBERINDO.CO – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Lembata bersama Keuskupan Larantuka memperkuat implementasi Ekoteologi melalui penanaman pohon matoa di halaman Kantor Kemenag Lembata, Senin (19/10/2026). Aksi tersebut menjadi bagian dari rangkaian pembinaan iman bagi ASN dan non-ASN Katolik, guru agama, penyuluh agama, katekis, serta pensiunan pegawai.

Penanaman dilakukan oleh Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, bersama Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Lembata, Jamaludin Malik. Kegiatan ini menjadi simbol bahwa nilai keagamaan tidak hanya diwujudkan melalui pembinaan spiritual, tetapi juga melalui kepedulian konkret terhadap lingkungan dan keberlanjutan kehidupan.

Jamaludin Malik mengatakan penguatan iman perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pelayanan dan kepedulian terhadap alam. Menurutnya, menjaga lingkungan merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan yang perlu diterjemahkan dalam tindakan sehari-hari.

“Penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi pengingat bahwa kita memiliki tanggung jawab bersama untuk menjaga lingkungan dan mewariskan kehidupan yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Baca Juga  IHSG BEI diprediksi Cenderung Turun

Uskup Larantuka, Mgr. Yohanes Hans Monteiro, mengajak para peserta memahami bumi sebagai rumah bersama yang perlu dirawat dengan semangat kasih, tanggung jawab, dan solidaritas. Ia menegaskan bahwa kepedulian terhadap sesama harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap seluruh ciptaan.

“Semangat belas kasih tidak hanya diwujudkan dalam hubungan antarmanusia, tetapi juga dalam cara kita mencintai dan merawat Ibu Bumi,” tegasnya.

Baca Juga  HPN 2023: Ekspedisi Geopark Kaldera Toba SMSI Disambut Puluhan Becak BSA Siantar

Pembinaan tersebut juga menjadi ruang penguatan nilai pelayanan bagi ASN, guru, penyuluh, dan katekis agar mampu menghadirkan karya yang profesional, berintegritas, serta peka terhadap persoalan sosial dan lingkungan.

Melalui kolaborasi Kemenag Lembata dan Keuskupan Larantuka, implementasi Ekoteologi diarahkan tidak berhenti pada pemahaman konseptual, tetapi diwujudkan melalui tindakan nyata yang menumbuhkan kesadaran merawat alam sebagai bagian dari tanggung jawab iman dan pelayanan kepada masyarakat. ***

 

News Feed